TIKET PROMO

Sunday, 14 June 2015

Ingin buka usaha tapi gak punya Modal ?


Kesempatan emas, Saatnya Anda memulai Bisnis Tour & Travel menggunakan System yang handal, Booking dan Issued bisa dilakukan secara Real Time Langsung oleh Anda. Anda bisa memulainya Usaha dengan Tanpa Modal, Tanpa Resiko karena kami berikan secara Gratis mencoba selama 1 bulan (30 hari).
 


Persyaratan

Anda cukup memiliki Akses Internet (Komputer / Laptop / Tablet / Android / BB / HP), minimal bisa akses Facebook atau YM.

Untuk mendapatkan User ID dan Pasword akses ke system MMBC Airline 
Segera DAFTAR! GRATIS Tanpa Modal! Ayooo...buruan daftar di  Alvindo Tour & Travel
Jika  tertarik dan cocok dengan Sistem Reservasi Kami, silakan jadi agen resmi PT. MMBC Tour & Travel.

Friday, 12 June 2015

Pesta Hadiah Bersama Citilink

Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-3 Citilink sebagai maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC), anak perusahaan Garuda Indonesia ini berupaya mendekatkan diri dengan pelanggan setia. Sebagai apresiasi kepada Anda yang setia dengan membeli tiket Citilink melalui SELURUH sales channel dan payment point channel Citilink, dari tanggal 5 May hingga 31 Juli 2015,  (atau tertera pada e-ticket DOI periode undian) berhak untuk mendapatkan kesempatan mengikuti dan memenangkan undian 3rd Anniversary Celebration Citilink dan menangkan VW SCIROCCO GTS-SPORT, 3 Mackbook Pro, 3 Samsung Smartphone dan 10 sepeda citilink yang akan diundi setiap bulan, selama tiga bulan periode promo, Mei-Juli 2015.

 

Setiap 1 (satu) kali membeli tiket Citilink pada periode undian, Citilinkers (sebutan bagi Anda pelanggan setia) akan mendapatkan 1 (satu) buah nomor undian secara sistem. Sistem akan otomatis memberikan 2 (dua) point ketika Citilinkers membeli tiket pesawat Citilink pulang pergi. Segera registrasi diri Anda di website citilink.

*) Sumber www.citilink.co.id

Wednesday, 3 June 2015

Yuk, Liburan........


Ketika liburan selalu dianggap salah satu cara untuk melarikan diri dari rutinitas sehari-hari yang padat serta pekerjaan yang menumpuk, setelah hampir setahun waktunya dihabiskan untuk bekerja, maka liburan merupakan mekanisme alamiah manusia untuk membuat dirinya menjadi lebih rileks dan santai, kini merupakan sebuah “kewajiban” yang harus ditunaikan pada akhir pekan, tanggal merah, liburan sekolah atau akhir tahun, tempat-tempat wisata selalu ramai dikunjungi. 
Untuk berlibur bersama sahabat, rekan sejawat, dan keluarga tentunya memerlukan sarana transfortasi yang aman, nyaman dan harga yang terjangkau.
Salah satu industri yang “paling sexy” saat ini berdasarkan perilaku konsumen kelas menengah adalah liburan (travelling).


Dalam industri liburan dapat di kelompokan menjadi 4(empat) aspek yaitu:
  1. Industri Penerbangan
    Sejak tahun 2008 sampai 2014, pertumbuhan jumlah penumpang pesawat terbang mencapai 16% pertahun, pertumbuhan ini termasuk yang tercepat di Asia, bahkan dunia. Untuk kebutuhan liburan, pesawat terbang memang salah satu solusi yang lebih baik dibandingkan jenis transfortasi lain karena kecepatannya.
    Pada tahun 2000 Lion Air sebagai pelopor maskapai penerbangan di Indonesia berbiaya murah murah (low cost carrier/LCC), sejak saat itu pesawat terbang muncul sebagai moda transfortasi yang sangat kompetitif dibanding bus atau kereta api. Untuk berliburan ke luar kota misalnya Yogya, Surabaya, Pontianak bahkan ke Luar Negeri misalnya Malaysia, masyarakat cenderung menggunakan pesawat terbang daripada kereta api, bus atau kapal laut.
    Setelah lebih dari 10 tahun beroperasi, LCC kini telah menjadi sang primadona pendorong tumbuhnya industri liburan di Tanah Air. Dulu berpergian dengan pesawat terbang hanya bisa dilakukan oleh kalangan atas, kini telah bisa dilakukan oleh semua kalangan, termasuk kalangan bawah.


  2. Agen Perjalanan dalam jaringan (Online travel agent/OTA)
    Pada era internet memudahkan kita melakukan perencanaan liburan, jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Akibatnya banyak keputusan pembelian paket wisata melalui Agen Perjalanan dalam jaringan (OTA). Travel agent tradisional makin ditinggalkan karena makin tidak relevan dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin maju (dulunya kuper dan gaptek), sementara OTA tumbuh pesat bak jamur di musim penghujan, beramai-ramai mengincar pasar traveller Indonesia yang maha besar (salah satunya alvindotravel.com).